Pendahuluan
Dalam beberapa tahun terakhir, kebakaran akibat korsleting listrik menjadi salah satu penyebab utama kerusakan bangunan, baik rumah tinggal, tempat usaha, hingga gedung publik. Banyak dari insiden tersebut ternyata berakar dari instalasi listrik yang tidak sesuai standar dan tidak memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO). Sertifikat ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bukti bahwa instalasi listrik sudah diuji dan dinyatakan aman untuk digunakan. Sayangnya, kesadaran terhadap pentingnya SLO masih sangat rendah di masyarakat. Artikel ini akan membahas tentang Kasus Kebakaran Akibat Instalasi Listrik Ilegal: Pentingnya SLO.
Apa Itu SLO dan Mengapa Dibutuhkan?
Sertifikat Laik Operasi (SLO) adalah dokumen resmi yang menyatakan bahwa instalasi listrik telah memenuhi standar keselamatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. SLO diterbitkan oleh lembaga inspeksi teknik yang terakreditasi, dan menjadi syarat wajib untuk mengaktifkan sambungan listrik baru oleh PLN.
Fungsi utama SLO:
- Menjamin keselamatan pengguna dari risiko kebakaran atau sengatan listrik.
- Mendukung kelayakan operasional bangunan dari sisi teknis kelistrikan.
- Sebagai dasar hukum dan perlindungan asuransi, jika terjadi kecelakaan akibat kelistrikan.
Fakta: Kasus Kebakaran Akibat Instalasi Ilegal
Berbagai laporan menunjukkan bahwa banyak kebakaran terjadi di bangunan yang menggunakan instalasi listrik ilegal—dikerjakan tanpa keahlian atau tidak melalui inspeksi resmi. Contoh kasus:
- Sebuah toko elektronik di kota besar terbakar akibat beban listrik berlebih dari instalasi tanpa SLO.
- Rumah kos menggunakan sambungan listrik liar yang menyulut percikan api, menghanguskan tiga unit sekaligus.
- Gedung kantor yang tidak memperpanjang SLO setelah renovasi mengalami kebakaran akibat arus pendek pada instalasi tambahan.
Banyak dari kasus tersebut bisa dicegah jika instalasi listrik diuji laik operasi sejak awal.
Mengapa Masyarakat Mengabaikan SLO?
Beberapa faktor penyebab rendahnya kepatuhan terhadap SLO antara lain:
- Kurangnya sosialisasi dari pemerintah maupun PLN terkait kewajiban dan manfaat SLO.
- Anggapan bahwa pengurusan SLO mahal dan merepotkan, padahal biayanya relatif kecil dibanding risiko kebakaran.
- Maraknya tukang listrik tidak bersertifikat yang menawarkan jasa murah tanpa menjamin standar keselamatan.
- Kurangnya pengawasan dan sanksi tegas terhadap pelanggaran instalasi ilegal.
Solusi: Mengedepankan Keselamatan Melalui SLO
Untuk mencegah risiko kebakaran akibat instalasi listrik ilegal, beberapa langkah berikut perlu dilakukan:
- Sosialisasi Luas tentang SLO
Pemerintah dan PLN perlu memperluas edukasi mengenai pentingnya SLO melalui media sosial, komunitas warga, dan layanan publik. - Penguatan Regulasi dan Pengawasan
Perlu ada pengawasan aktif terhadap instalasi baru, termasuk inspeksi acak atau sertifikasi ulang bangunan yang telah lama berdiri. - Pemberdayaan Teknisi Bersertifikat
Masyarakat harus diarahkan untuk menggunakan jasa teknisi listrik yang bersertifikat dan terdaftar secara resmi. - Insentif dan Sanksi
Berikan insentif bagi bangunan yang patuh SLO dan terapkan sanksi tegas bagi bangunan yang menyalahi aturan kelistrikan.
Penutup
SLO bukan sekadar sertifikat, tetapi jaminan bahwa instalasi listrik di suatu bangunan sudah memenuhi standar keamanan. Dalam konteks tingginya angka kebakaran akibat listrik, mengurus dan mematuhi SLO bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Keselamatan jiwa, harta, dan lingkungan dimulai dari kesadaran akan pentingnya sistem listrik yang laik operasi.
Jika anda tertarik dengan Sertifikat laik operasi (SLO) bisa kunjungi website kami dengan cara klik disini!


No responses yet